Rekomendasi Video
Online Lecture “Qualitative Approach to Social Network Analysis”
Research Talk “Effectiveness of Mobile Career Competencies Intervention (MCCI)
Keadilan Sosial dan Membangun Kesadaran Kritis Kelompok di Seluruh Lapisan Masyarakat.
Lab Psikologi Politik (LabPsiPol) Melihat Politisi, Radikalisasi dan Terorisme Di Indonesia
FAQ – Polyglot #6: Ciri Khas Anak Bilingual, Lebih Cerdas??
Artikel ini sangat menyentuh karena mengangkat realita yang sering dialami banyak orang, tetapi jarang dibahas secara terbuka, yaitu kondisi tumbuh tanpa kehadiran figur ayah. Pembahasan ini penting karena menunjukkan bahwa kehadiran ayah bukan hanya soal fisik, tetapi juga peran emosional dan psikologis dalam perkembangan anak.
Menurut saya, kekuatan utama artikel ini adalah bagaimana ia mampu menggambarkan dampak fatherless dari sisi emosional, seperti perasaan kehilangan, kesepian, dan pencarian figur pengganti. Hal ini sejalan dengan kajian psikologi yang menyebutkan bahwa ketiadaan ayah dapat memengaruhi kepercayaan diri dan hubungan sosial seseorang di masa depan.
Selain itu, artikel ini juga memberikan pemahaman bahwa kondisi fatherless tidak selalu terlihat secara fisik—seseorang bisa saja memiliki ayah, tetapi tetap merasakan kekosongan secara emosional. Ini menjadi poin penting karena sering kali masalah ini tidak disadari baik oleh anak maupun orang tua.